PERSAHABATAN
Sahabat, teman, karib atau apalah istilahnya merupakan sosok yang dibutuhkan siapa saja didunia ini. Tentu saja, karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa Tuhannya dan orang lain (untuk paham ini sedikit saya modifikasi ya, guys!) Sama seperti saya, yang tidak bisa hidup tanpa makhluk yang namanya sahabat.
Sahabat atau teman ini sama seperti cinta, ia seperti candu yang membuatmu ketagihan dan ingin terus bersama. Karena didalamnya lah kita bisa berbagi tawa, kesusahan, cerita dan mimpi. Jika kamu belum melakukannya kepada teman-temanmu, berarti mereka bukan sahabatmu. Sahabat saya kategorikan sebagai makhluk wajib dalam hidup sosial saya, ya ya ya tentu saja. karena mungkin hampir sebagian rahasia hidup saya ceritakan dan diskusikan kepada sahabat-sahabat saya ini.
kali ini saya akan bercerita tentang dua sahabat saya yang ada di foto ini.
Saya lupa bagaimana persabahatan kami bertiga bisa terjalin. Kira-kira dengan Titok dimulai sejak kami duduk di bangku SMA. saat itu kami duduk satu bangku. nah, sejak itulah kami mulai akrab. Mulai dari curhat, belajar , contek-contekan, dan menjahili oranglain. Persahabatan ini semakin akrab karena saya kerap kali menjadi mak comblang sahabat saya yang super cantik ini (blah, kalo si doi tau pasti senaaaang sekali saya memujinya). Titok pribadi yang lugas, cenderung pendiam tapi kalu sudah akrab dia itu lebih 'judes' dari yang kita kira, sedikit emosian, tapi baik hati. yup, emosi kami masih labil. hahahha. istilahnya, belum dewasa secara utuh.
Beralih ke Iznarita. Gadis cantik bertumbuh tambun ini bisa dikategorikan sebagai pribadi yang 9 betul! (jika dibandingkan dengan aku dan titok) dia ramah, cantik, alim (dibandingkan kami tentunya) , tidak pernah ngomong kasar, santun dan yaa... yaa... yaaa..... sejauh ini merupakan pribadi yang bersahabat dan menyenangkan. keakraban kami bermula saat kami harus menjalani masa-masa pemusatan latihan untuk menghadapi kejuaran nasional ditingkat pelajar, hanya beda jenis olahraga yang diikuti saja. Ita mengikuti tenis meja dan saya pencak silat. entah benang merah apa yang menghubungkan kami, saya lupa hingga akhirnya kami bertiga bersahabat nan akrab hingga sekarang menjadi istri dan ibu.
Ada kejadian lucu diantara kami yang tidak akan kami lupakan.
Terkisahlah pada saat itu kami sedang jalan-jalan ke Pantai Pasir Padi, hal wajib yang kami lakukan saat mereka berdua pulang ke Bangka saat libur kuliah. Saat itu kebetulan aku dan Titok sudah memiliki pacar, hanya ita yang masih jomblo. Lalu lewatlah kami di depan Biru Laut, restoran di pinggir pantai yang menjadi icon pantai pasir padi tersebut. Aku kemudian berkata : "Hei, siapa yang menikah dulu... pokoknya traktir ya." ucapku. :Ya, traktirnya di Biru Laut!" kata Ita. untuk anak kuliahan tentu makan di restoran itu tergolong mahal. "Wah, curang! kata titok." saat itu titok sungguh galau mendengar ucapakan kami. Tentu saja, saat itu titok merasa takut harus mentraktir kami karena saat itu ia lah yang memiliki hubungan serius dengan seorang pria yang telah mapan. Kamibertiga akhirnya sepakat akan janji itu.
Bertahun-tahun berlalu, akhirnya masa itu tiba. Namun apa yang kami bayangkan waktu itu jauh berbeda dengan apa yang terjadi. ternyata yang lebih dulu menikah adalah Ita!!!! Ya, siapa disangka! ita akhirnya melepas masa lajangnya lebih dulu dibanding kami. Aku dan titok tertawa lega. sangat legaaaa!!! karena akhirnya Italah yang ditasbihkan harus membayar janji itu. Baru kemudian aku yang lebih dulu menikah, dan Titok lah yang akhirnya terakhir.
Setiap berkumpul janji itu saja yang kami ulang-ulang pada Ita. akhirnya, janji untuk mentraktir kami terealisasi pada tahun 2014 setelah kami memiliki satu orang anak. Walaupun bukan di Biru Laut! :P
Tidak ada komentar:
Posting Komentar