Minggu, 27 November 2016

Bahagia Itu Sederhana



Tanggal 27 November 2016 merupakan hari bersejarah untuk ku sebagai seorang Mama, soalnya tanggal itu adalah sehari penuh Juna tidak memakai pampers lagi, hohohohoh ^^

Gimana gak bangga dan bahagia coba, secara Juna udah berusia 2,5 tahun dan masih pipis dan pup di pempers. Ditambah badannya yang bongsor (20 kg *tepok jidat) pampers udah membuat kulitnya merah dan gatal.

Mulai beberapa minggu yang lalu aku sudah melatih Juna untuk buang air kecil dan pup di kamar mandi. Itu aku lakukan setiap Juna sudah berada dirumah dan aku pulang bekerja. Karena jika Juna dirumah pengasuhnya masih tetap menggunakan pampers. Pengasuh juna belum membiasakan Juna untuk buang air kecil dan pup di kamar mandi, mungkin karena akan kerepotan membersihkan rumah jika pipis dan pup yang berceceran di rumah. Atau menunggu “kesadaran” Juna untuk bisa mengatakan keinginnya untuk pup dan pipis di kamar mandi. It’s okay, kasihan juga jika pengasuh Juna harus kerepotan membersihkan rumah sambil mengasuh Juna.

Setiap Juna pipis dan pup di lantai, aku dengan sabar dan riang aku akan membersihkan lantai. Setiap setengah jam sekali kadang lima belas menit sekali aku bertanya pada Juna apakah ia mau pipis atau pup. Dengan semangat aku akan menggendong Juna ke kamar mandi ketika melihatnya sudah berpose untuk pup (baca : jongkok) agar ia pup di WC. Semuanya ternyata tidak membutuhkan perjuangan yang lama, sekitar dua minggu.

Saat itu aku yang baru saja pulang dari minimarket mencari Juna yang tidak terlihat di ruang TV. Saat aku lihat, ia sedang pipis sambil berdiri di tepi pintu kamar mandi, walaupun air pipis nya berceceran di celananya karena ia belum bisa membuka celana dengan benar. Malam itu aku sangat bahagia, aku berkata pada Juna bahwa aku bangga sekali Juna bertambah pintar. Dan kami berpelukan dengan erat di depan pintu kamar mandi (maapkeun Mama Juna yang memang rada lebay pemirsaaaaahhhh :D)

Lusanya sengaja Juna tidak aku pakaikan pempers dan Alhamdulillah setiap mau pipis dan pup ia mengatakanya kepadaku dan akan segera aku ajak dia untuk ke WC.

Ternyata hal kecil seperti ini sangat membahagiakan bagi seorang Ibu. Setiap perkembangan anak yang disaksikan langsung merupakan anugerah terbesar bagi seorang Ibu.

Aku sangat bangga pada para Ibu Rumah Tangga yang mampu mendidik dan mengurus anaknya sendirian tanpa bantuan siapapun sekaligus enyaksikan perkembangan anaknya setiap menit dan detik. Itu adalah kebahagiaan yang tidak akan pernah tergantikan.

Dan untuk Juna… semoga kau menjadi anak yang sholeh juga pintar ya, nak,
Mama mencintaimu, Juna.

Aku Bumi

 Aku bumi Kau bintang  Saling memandangi Namun tak akan serupa Tak pernah bersua - 7 Januari 2021 -