Ada beberapa keinginan dalam hidup yang nyatanya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Membuat waktu berjalan terasa amat lambat dan sungguh terasa menyesakkan.
Itu adalah saat dimana kamu merasa patah hati.
Aku mengira patah hati hanya untuk mereka yang sedang kasmaran dimasa belia. Ternyata setua ini pun aku masih bisa patah hati.
Malam tadi aku memandang wajah Arjuna dengan mata yang berkaca. Ia tidak terlalu rewel rasanya. Mungkin ia paham bahwa ibunya ini sedang menata hati. Ibunya sedang merasa bersedih. Sudah berapa kali ia menyaksikan ibunya dalam wajah kelelahan ini menangis. Ia akan bersikap seolah mengerti. Diam tanpa melakukan hal hal aneh yang sesekali membuat ibunya dongkol.
Apapun yang terjadi aku sungguh ingin memberikan segala yang terbaik yang aku punya untuk Arjuna. Aku tahu perjuangan itu sungguh sulit, pun disaat aku sedang patah hati ini. Kesepian ini. Sendiri ini. Tapi dihadapannya aku harus kuat. Aku menguatkan hatiku walaupun harus menangis.
Rasanya jika patah hati, obat yang terbaik adalah menangis bukan?
Maka dalam masa ini bukan hal aneh aku menjadi mudah menangis. Memikirkan musabab aku patah hati saja membuat aku menangis. Menulis untuk menenangkan hati saja membuat menangis. Si cengeng ini sepertinya kehabisan kata kata dan selalu ingin menangis.
Aku mempertanyakan pada diriku. Apa alasan aku patah hati?
Kenapa aku patah hati?
Patah hati dialami saat kita sedang jatih cinta. Yup, aku sedang keadaan jatuh cinta. Lalu saat kita sedang penuh rasa cinta itu, hati ini disakiti. Itulah patah hati. Disakiti teramat sangat, itulah patah hati. Aku tidak mengkategorikannya sakit hati. Karena sakit masih membuat hati ini berbentuk. Tapi patah? Aku tahu walaupun sesuatu yg patah itu diusahakan untuk disambunv agar seperti awal, itu tak akan pernah bisa menjadi sama.
Itulah patah hati.
Saat hatimu seperti bukan hatimu lagi. Aaat hatimu terlalu mencintai dan terluka, teramat dalam. Itulah patah hati. Saat memikirkannya saja kamu menangis,itulah patah hati. Saat berharap semua tak pernah ada. Itulah patah hati. Patah hati hanya terjadi pada rasa cinta yang besar.
Banyak hal yang membuat aku patah hati.
Kondisi seperti ini sungguh sulit untukku. Tapi aku belajar untuk tetap tersenyum, walau mata ini ingin sekali menangis. Apapun akan membuatku menangis. Ah... ini yang aku benci dalam parade patah hati dihidupku, aku mudah menangis! Cengeng!
Aku akan menjawab kenapa aku patah hati.
Penyebab patah hatiku adalah tidak adanya rasa saling pengertian.
Mungkin saja aku tidak bisa memahami orglain. Bukannya aku tdk bisa, aku tidak mau memahami orglain yang tidak memahamiku. Yah, aku terdengar sedikit pendendam.
Aku tidak mau menahami dan mengerti apapun atas orang yang tidak pernah berusaha memahami hatiku. Orang yang selalu menganggap hal penting untukku adalah todak penting untuknya. Orang yang bersikap tidak adil padaku. Oramg yang menganggap semua tindakanku tidak benar. Orang yg tidak mau menerima bahwa ia salah, ia keliru dan ia seharusnya meminta maaf. Bukan menyalahkanku. Orang itu menyakitiku.
Aku memahami situasinya, dalam keadaan lain aku samgat mempercayainya. Sungguh, aku sangat mempercayainya. Tetapi aku tidak bisa memahaminya. Mengerti keinginannya. Begitupun sebaliknya. Lantas yang eterjadi hanya segumpalang keangkuhan dan kesombongan masing-masing saja.
Aku mundur. Aku berlari. Aku memaki sampai aku puas.
Apa aku menyesal?
Yah, aku menyesal. Menyesal melakukan semuanya. Mungkin seharusnya aku biarkan saja semuanya seolah tak terjadi agar tak ada amarah diantara kami. Mungkin sebaiknya aku diam saja dan bercerita yang indah-indah saja kepadanya dan kepada semua orang. Walaupun hatiku sakit. Walaupun hatiku remuk. Tetapi itu bukan aku.
Biarlah... biarkan waktu yang menjawab semua patah hatiku. Apapun itu, aku akan selalu mendoakan ia dalam keadaan terbaiknya.
Dan biarlah waktu yang menyembuhkan hatiku. Aku tahu aku bisa. Walaupun harus sendiri.
Bahkan jika kehidupanku harus kehilangan dia, aku pasti akan menangis. Tapi aku akan tetap kuat untuk Arjuna. Mungkin sepanjang hidupku aku akan menyesali karena memberikan cacat dalam hidup Arjuna. Tapi aku akan berusaha menebusnya seumur hidupku.
Aku tidak lagi mengharapkan yang terbaik untuk hidupku. Aku hanya mengusahakan untuk Arjuna.
Minggu, 28 Agustus 2016
Cerita Agustus ku
Belajar melupakanmu
Mungkin belajar melupakanmu adalah hal terbaik.
Belajar melupakan bahwa aku selalu memikirkanmu
Melupakan bahwa aku selalu merindukanmu
Belajar bahwa aku sangat membutuhkanmu
Terkadang ketika qt terlalu mencintai maka yang didapat adalah derita
Apa kuasaku terhadap hati?
Ingin sekali aku mengatakan bahwa banyak hal yang membuatku tidak merelakanmu
Bahkan jika bisa ku katakan aku tidak ingin melihatmu disentuh siapapun
Tapi apa dayaku?
Ketika hal penting untukku terabaikan olehmu
Apa dayaku?
Ketika hal itu membuatku menangis
Dan semua itu hanya seperti debu yang ada di didinding kau acuhkan
Aku bisa apa?
Marah pun hanya membuat salah paham
Bertindak hanya membuatmu kecewa
Diam saja?
Pilihat terbaik itu hanya akan membuatku menangis sendiri
Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan agar banyak hal untuk kau mengerti
Atau aku hanya tidak harus melakukan apa apa
Aku diam saja
Aku abaikan saja
Aku biarkan keinginanmu seperti apa
Aku biarkan perbuatanmu seperti apa
Entahlah...
Jumat, 05 Agustus 2016
Badanku dulu tak begini
"Lebarnyoooo badan cak jalan rayo"
Logat palembang yang kental itu akan terlontar dari suami kalau sedang iseng. Hanya akan aku balas dengan senyuman manis aja sambil nyuci piring atau nyapu rumah. Cuma, kalo lagi bete abis biasanya aku jawab aja : "ya gara gara papa lah jadi gendut gini"
Setelah melahirkan si ganteng arjuna memang berat badanku naik drastis. Kalo pas belum menikah alias ting ting berat badan berkisar di 60 - 63. Kadang kadang sih 65... tapi kalo udah segitu boro-boro diet sih. Untuk ukirang tinggi 163 cm yaaaa lumayan enak dilihat lah walaupun ga langsing" amat. Tapi kalo pake baju apa aja masih cocok.
Sewaku hamil berat badanku mencapai 89kg saat mau melahirkan. Bayangin aja segeda apa itu badan. Hehehehhe.
Dan sekarang setelah arjuna menginjak usia dua tahun berat badan si mama Juna ini stuck dengan rekor tertinggi 77 kg! Oh my god!!!
Wajar aja sihhh kalo si papa Juna sering protes. Hehehehe. Istrinya yang dulu mi tok sekarang berubah jadi bongsor.
"Biar gendut tapi cantik"
Kata papa Juna sih sejak nikah sama beliau, aku jadi tambah cantik (banggaaaà kalo dipuji suami) secara sekarang udah mendingan bisa bedak bedak dikit demi menutupi bibir pucat. Hanya aja.... dalam hati rindundengan berat badan yang dulu.
Mau diet, apa daya kapasitas lambung kayanya makin gede aja. Makan makin banyak aja. Padahal udah gak menyusui. Hehehehe
Mau olahraga, boro boro! Capeknya luar biasa abis kerja.
Minum pelangsing dan resep apalah apalah kayanya ga mempan lagi alias bb gak turun turun.
Jadi, sampaibsejauh ini mimpi untuk kurus lagi adalah angan angan semata..
Hiks hiks...
Susahnya dengan BB segini rasanya muka jati tambah tua deh! (Emang dasarnya muka tua kali ya, tambah gendut tambah keliatan lebih tua aja. Ahahahaaa)
Trus harus pinter pinter cari model baju. Takud keliatan makin gndut. Perut meleber kemana mana... ohhhhh no.
Hmmmm.... sekian curhat saya tentang berat badan yang membandel ga kunjung turun.
Kamis, 04 Agustus 2016
Hidupku terasa sulit
Ini adalah titik terendah dalam kehidupanku.
Ketika aku merasa tidak pernah sekosong isi. Tidak pernah merasa se sulit ini. Dan tidak pernah merasa begitu semenderita ini.
Apakah aku kufur nikmat?
Saat ini aku merasa di ambang batas kemampuanku untuk bisa menyelesaikan semua masalah finansial yang ada dihadapanku.
Suami yang bersekolah, kebutuhan anak yang meningkat, keinginan untuk memiliki sesuatu yang semakin menjadi jadi, serta usaha yang sedang merosot membuat pergejolakan di hatiku. Ditambah dengan isu PHK yang menghantuiku.
Apa yang harus aku lakukan?
Allah, apa yang harus aku lakukan?
Aku merasa semua jalan hampir tertutup.
Bagaimana bila aku di PHK? Hutang ku bagaimana? Apakah masihvada perusahan uang akan menerimaku?
Aku tidak berkeberatan menjadi ibu rumah tangga. Tapi bagiamana dengan hutang" ku?
Malam hari aku berjualan. Badanku lelah. Anak ku terabaikan. Tidak ada lagibadegan memasak utk si kecil. Tidak ada lagi adegan bersenda gurau
Atoknya kelelahan.
Neneknya kelelahan.
Semua terasa sia sia saja.
Allah, apakah kau sedang mengujiku?
Aku merasa hampa.
Akuemrasa takut.
Suasana kerja yang tidak lagi mendukung dan kondusif. Semua terasa memuakkan. Semua terasa meletihkan....
Aku merasa kelelahan sekali. Aku merasa ingin menangis....
Hidup ini terasa sungguh sulit.
Aku Bumi
Aku bumi Kau bintang Saling memandangi Namun tak akan serupa Tak pernah bersua - 7 Januari 2021 -
-
Adell dan Lais (Part I) Adell mematut wajah dan tubuhku didepan cermin lama sekali. merasa semua yang di kenakannya pagi ini semu...
-
ku lepas semua yang ku inginkan tak kan ku ulangi maafkan jika kau ku sayangi dan bila ku menanti pernahkan engkau coba mengerti lihat...