Tidak terasa sudah setahun lebih suami berada jauh dari kami. Semoga waktu ia disana berkah dan Allah memudahkan semua langkah nya menimba ilmu di kota hujan itu.
Rindu sekali.
Tapi hati ini terasa dekat padanya. Rindu ini sudah semakin bisa diajak bekerja sama. Tidak lagi membuatku menangis hingga mata bengkak atau pun membuatku tak nafsu makan.
Tapi rindu tetap bersemayam dengan manis sambil menikmati secangkir teh hangatdi jendela hatiku.
Kadang aku merasa sepi tanpa nya. Namun kesepian ini aku tepiskan sambil mengatakan pada hatiku, bersabarlah.
Sampai detik ini aku tidak akan pernah berhenti memujinya. Aku selalu merasa bahagia bersamanya.
Sesekali memang ia membuatku marah dan juga kesal dengan tingkah lakunya yang tidak romantis atau pun tidak peka itu. Tapi hal itu tidak mengurangi rasa cintaku padanya.
Aku betah memandang wajah nya berjam jam saat ia tidur. Aku betah memeluknya di sepanjang malam sampai pagi. Dan aku suka mencium nya disaat bangun tidur. Entahlah, setiap kali aku memandangnya aku jatuh cinta pada nya. *berlaku ketika aku tidak sedang ngambek,ya...*
Entah apa yang membuatku berlaku demikian. Padahal ia tidak pernah memperlakukanku dengan manis seperti oppa oppa di film korea. Tidak ada lelaki semanis oppa di drama korea.
Senin, 26 Desember 2016
😊
Rabu, 21 Desember 2016
Jembatan Emas, Juna dan Mama
Minggu kemarin saya memutuskan untuk mengajak Juna mengunjugi Jembatan Emas yang katanyaaaa lagi hits di Pangkalpinang.
Berbekal rasa penasaran dan jenuh karena gak ada aktifitas menarik dirumah pada hari libur, maka saya dan Juna pergi untuk melihat seperti apa jembatan yang konon menghabiskan dana sekitar 450 milyar rupiah tersebut.
Perjalanan sore itu diwarnai dengan rintik hujan centil nan manjaaah tapi pastinya gak berhasil menyurutkan semangat pasangan emak-anak ini untuk menghabiskan sore yang menyenangkan. Sesampainya kami di lokasi, terlihat beberapa pengunjung mulai berdatangan.
Dan inilah Jembatan Emas itu.
Selentingan yang beredar nama "emas" merupakan singkatan dari Eko Maulana Ali Suroso, mantan gubernur Bangka Belitung yang sudah mangkat.
Jembatan Emas memiliki daya tarik karena bascule yang bisa terbuka dan menutup, membentang sepanjang 700 meter dari daratan Kota Pangkalpinang hingga pesisir pantai Airanyir.
Sebagai orang awam saya berpendapat design jembatan ini sederhana saja, tidak ada sesuatu yang unik ataupun menarik (maapkan hamba yang bukan apa-apa, hanya komentar sederhana daei lubuk hati terdalam). Namun pemandangan kiri kanan dari jembatan ini yang cukup menyegarkan mata dan pikiran setiap pengunjungnya. Kebanyakan pengunjung, termasuk saya, menghabiskan waktu disana untuk berfoto-foto dan juga berjalan kaki disekitar jembatan tersebut.
Jembatannya sih biasa. Tapi euforia ketika disana yang luar biasa. Mungkin karena kurang piknik dan hiburan kali yaaaa jadi sewaktu sampe disini bawaanya asyik aja. Foto-foto bersama Juna dan juga bercanda bersama Juna udah bikin 'darmawisata' ini terasa heboh dan juga asyik. Emak bahagia anak nya gembira. Weekend sederhana ternyata bisa jadi bermakna yaaaa, permisah.
Dan perjalanan kami diakhiri dengan adegan Juna yang tertidur di motor sepanjang jalan pulang. Terpaksa emak jagoan perkasa ini menahan tubuh Juna yang semok dengan satu tangan dari jembatan hingga rumah. Dan itu bukan main membuat tangan kiri saya pegal". Tapi, demi anak apa aja deeeh dijabanin.
Demikian kisah petualangan Emak Anak hari ini. Next time saya mau ngajak Juna lagi deh hunting tempat jalan yang deket plus menyenangkan, onusnya dapet view yang cantik untuk foto.
Pangkalpinang, 21 Desember 2016
Aku Bumi
Aku bumi Kau bintang Saling memandangi Namun tak akan serupa Tak pernah bersua - 7 Januari 2021 -
-
Adell dan Lais (Part I) Adell mematut wajah dan tubuhku didepan cermin lama sekali. merasa semua yang di kenakannya pagi ini semu...
-
ku lepas semua yang ku inginkan tak kan ku ulangi maafkan jika kau ku sayangi dan bila ku menanti pernahkan engkau coba mengerti lihat...