Minggu, 13 Agustus 2017
Dilema Hijrah Part I
Senin, 17 Juli 2017
Cerpen_Tentang Cinta
Senin, 22 Mei 2017
Pangkalpinang, 22 Mei 2017
Senin, 26 Desember 2016
😊
Tidak terasa sudah setahun lebih suami berada jauh dari kami. Semoga waktu ia disana berkah dan Allah memudahkan semua langkah nya menimba ilmu di kota hujan itu.
Rindu sekali.
Tapi hati ini terasa dekat padanya. Rindu ini sudah semakin bisa diajak bekerja sama. Tidak lagi membuatku menangis hingga mata bengkak atau pun membuatku tak nafsu makan.
Tapi rindu tetap bersemayam dengan manis sambil menikmati secangkir teh hangatdi jendela hatiku.
Kadang aku merasa sepi tanpa nya. Namun kesepian ini aku tepiskan sambil mengatakan pada hatiku, bersabarlah.
Sampai detik ini aku tidak akan pernah berhenti memujinya. Aku selalu merasa bahagia bersamanya.
Sesekali memang ia membuatku marah dan juga kesal dengan tingkah lakunya yang tidak romantis atau pun tidak peka itu. Tapi hal itu tidak mengurangi rasa cintaku padanya.
Aku betah memandang wajah nya berjam jam saat ia tidur. Aku betah memeluknya di sepanjang malam sampai pagi. Dan aku suka mencium nya disaat bangun tidur. Entahlah, setiap kali aku memandangnya aku jatuh cinta pada nya. *berlaku ketika aku tidak sedang ngambek,ya...*
Entah apa yang membuatku berlaku demikian. Padahal ia tidak pernah memperlakukanku dengan manis seperti oppa oppa di film korea. Tidak ada lelaki semanis oppa di drama korea.
Rabu, 21 Desember 2016
Jembatan Emas, Juna dan Mama
Minggu kemarin saya memutuskan untuk mengajak Juna mengunjugi Jembatan Emas yang katanyaaaa lagi hits di Pangkalpinang.
Berbekal rasa penasaran dan jenuh karena gak ada aktifitas menarik dirumah pada hari libur, maka saya dan Juna pergi untuk melihat seperti apa jembatan yang konon menghabiskan dana sekitar 450 milyar rupiah tersebut.
Perjalanan sore itu diwarnai dengan rintik hujan centil nan manjaaah tapi pastinya gak berhasil menyurutkan semangat pasangan emak-anak ini untuk menghabiskan sore yang menyenangkan. Sesampainya kami di lokasi, terlihat beberapa pengunjung mulai berdatangan.
Dan inilah Jembatan Emas itu.
Selentingan yang beredar nama "emas" merupakan singkatan dari Eko Maulana Ali Suroso, mantan gubernur Bangka Belitung yang sudah mangkat.
Jembatan Emas memiliki daya tarik karena bascule yang bisa terbuka dan menutup, membentang sepanjang 700 meter dari daratan Kota Pangkalpinang hingga pesisir pantai Airanyir.
Sebagai orang awam saya berpendapat design jembatan ini sederhana saja, tidak ada sesuatu yang unik ataupun menarik (maapkan hamba yang bukan apa-apa, hanya komentar sederhana daei lubuk hati terdalam). Namun pemandangan kiri kanan dari jembatan ini yang cukup menyegarkan mata dan pikiran setiap pengunjungnya. Kebanyakan pengunjung, termasuk saya, menghabiskan waktu disana untuk berfoto-foto dan juga berjalan kaki disekitar jembatan tersebut.
Jembatannya sih biasa. Tapi euforia ketika disana yang luar biasa. Mungkin karena kurang piknik dan hiburan kali yaaaa jadi sewaktu sampe disini bawaanya asyik aja. Foto-foto bersama Juna dan juga bercanda bersama Juna udah bikin 'darmawisata' ini terasa heboh dan juga asyik. Emak bahagia anak nya gembira. Weekend sederhana ternyata bisa jadi bermakna yaaaa, permisah.
Dan perjalanan kami diakhiri dengan adegan Juna yang tertidur di motor sepanjang jalan pulang. Terpaksa emak jagoan perkasa ini menahan tubuh Juna yang semok dengan satu tangan dari jembatan hingga rumah. Dan itu bukan main membuat tangan kiri saya pegal". Tapi, demi anak apa aja deeeh dijabanin.
Demikian kisah petualangan Emak Anak hari ini. Next time saya mau ngajak Juna lagi deh hunting tempat jalan yang deket plus menyenangkan, onusnya dapet view yang cantik untuk foto.
Pangkalpinang, 21 Desember 2016
Minggu, 27 November 2016
Bahagia Itu Sederhana
Sabtu, 19 November 2016
Debaranku
Debaran yang membuat aku kikuk
Seharusnya ini terjadi pada masa itu saja
Aku tak ingin terbaca
Ataupun mengartikan sesuatu yang salah
Debaran itu menghukumku
Harusnya aku tidak merasakan apapun
Agar hati tidak tegelitik
Agar jiwa tidak membara
Pada sesuatu yang keliru
Jangan pernah pertemukan aku lagi dengannya
Atau hapuskan saja noda dihatiku, Tuhan!
Ibarat ombak di laut
Tak kuasa aku hentikan
Hati itu rumit
Tetapi lebih rumit untuk mendalami nya
Aku tidak akan mencari tahu
Aku hanya akan diam
Dalam debaranku
Sabtu, 03 September 2016
Beda status beda rasanya 😆
Malam ini saya ingin menceritakan gejolak yang berkecamuk di dalam hati. Saya menyebutnya rasa bersalah.
Alkisah malam ini saya pergi bertiga bersama para sohib sejak masa perkuliahan, panggil saja kumbang dan macan. Biasanya si bocah ganteng, Arjuna, akan nempel kemanapun mamanya pegi. Dikarenakan ia tertidur sejak pukul lima sore hingga saat tulisan ini dimuat, maka pegilah kami bertiga ke pesta pernikahan teman semasa kuliah dahulu.
Pulang dari pesta, secara mendadak kami meencabakan untuk nonton di bioskop. Mereka mengantar saya pulang terlebih dahulu dan menunggu saya berganti pakaian (so sweet kan?). Terjyata arjuna belum juga bangun, maka saya izin kepada bapak dan suami (via sms) untuk bermalam minggu bersama mereka.
Sesampainya di bioskop film yg tersedia hanya dua. Dan ternyata bangku penonton pun yang tersisa adalah pada deretan paling depan. Si kumbang menolak untuk menonton dengan alasan kepalanya sakit jika harus duduk di depan. Ia sudah beberapa kali merasakan hal tersebut.
Si macan terlihat datar saja, tapi saya tahu jika ia sangat ingin menonton. Hatisaya bimbang. Membatalkan menonton dan nogkrong bersama bertiga atau mengikuti macan untuk menonton, tetapi artinya kami hanya menonton berdua. Seperti orang berkencan dimalam minggu.
Akhirnya dengan semua jawaban "terserah" dari kumbang dan macan, saya memilih menonton karena memang saya belum pernah menonton di bioskop ini. Saya pikir, kapan lagi kesempatan merasakan jonton disini dengan keadaan punya si ganteng juna yang lagi aktif dan rempong?
Lalu pulanglah si kumbang (walaupun sungguh saya tak enak hati). Dan masuklah saya dan macan ke teater. Sejak duduk hati saya gelisah. Entahlah. Saya merasa ini bukan hal benar.
Malam minggu nonton bioskop berdua bersama lelaki. Walaupun tidak melakukan hal yang tidak pantas, toh dia adalah teman karib, tapi tetap saja status saya adalah istri seorang laki-laki.
Rasanya menonton tadi tidak membuat saya bahagia. Rasanya tidak sebanding, rasa penasaran ini dengan rasa bersalah yang saya dera karena berduaan dengan teman lelaki saya ini. Walaupun tidak ada apa" diantara kami.
Andainya ini dilakukan suami saya, tentu saya sudah marah besar.
Setelah film selesai, saya bergas pulang takut sekali kelihatan orang yang dikenal atau teman dari suami yang mengenal saya. Kan tidak lucu mereka melihat saya hanya berduaan dengan macan. Apa kata dunia?
Akhirnya saya tahu, ketika sudah menikah wanita akan mengalami berbagai macam perubahan yang sangat drastis. Salah satunya dengan keadaan seperti ini. Tidak ada lagi kebebasan untuk berkumpul dengan lawan jenis secara seenaknya seperti dulu. Hilang sudah kemerdekaan untuk menghabiskan wqktu bersama mereka dengan bebas tanpa beban.
Akan terasa canggung jika bersama salah satu dari mereka jika hanya hanya berdua di suatu tempat terbuka. Rasa tidak nyaman itu menyeruak di dalam hati dan pikiran. Pikiran saya hanya berkata " ini tidak pantas. Ini tidak boleh terjadi, seharusnya".
Selama ini Juna adalah penyelamat saya. Bersama juna saya bebas bersama siapapun, baik itu lelaki. Sendiri berdua atau bertiga, asal ada Juna hati ini akan terasa menyenangkan dan bebas. Tanpa rasa bersalah.
Malam ini adalah keputusan yang keliru. Dan saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi. Banyak hal yang tidak sepadan u tuk dikorbankan.
Pernikahan mengubah wanita.
Dan wanita yang sudah menikah harus berubah.
Menjadi lebih baik tentunya.
Aku Bumi
Aku bumi Kau bintang Saling memandangi Namun tak akan serupa Tak pernah bersua - 7 Januari 2021 -
-
Adell dan Lais (Part I) Adell mematut wajah dan tubuhku didepan cermin lama sekali. merasa semua yang di kenakannya pagi ini semu...
-
ku lepas semua yang ku inginkan tak kan ku ulangi maafkan jika kau ku sayangi dan bila ku menanti pernahkan engkau coba mengerti lihat...