Allah menjabah doaku yang ingin segera hamil. Setelah berbagai cara, harapan dan doa yang diusahakan akhirnya Allah berkenan untuk mengamanahkan bayi mungil ini di dalam rahimku.
Berita yang sangat membahagiakan untuk suami dan seluruh keluarga. Betapa penantian selama beberapa tahun ini akhirnya terwujud juga.
Semenjak ia mengetahui aku kembali hamil, suami semakin menyayangiku dan memperhatikanku. Ia samakin rajin dan rutin menelfonku, menanyakan kabarku dan anak-anaknya serta memberikan perhatian ekstra padaku. Walaupun masih melalui media karena kami masih LDR di pernikahan kami yang menjelang tahun ke-8.
Suamiku berusaha setidaknya minimal satu bulan sekali untuk datang dan menemaniku check up ke dokter. Ia akan dengan ikhlas mendengarkan keluhan-keluhanku saat trisemester pertama, menyaksinkan airmataku yang kadang lelah dengan mual sepanjang hari (dulu saat hamil anak pertama ini tak terjadi), juga sabar menghadapi emosiku yang sedikit labil : mudah menangis, mudah tertawa.
Suatu hari, aku berkata pada suamiku :
"Bang, dulu Adek pernah lihat temen Adek dikirimin pacarnya makanan. Padahal pacarnya ada di Jakarta dan dia di Palembang. Bisa kok pake go-food. Ayoooo Abaanggg Adek juga mau di romantisin kaya gituuuu."
Saat itu ia hanya diam dan berkata gak tau cara pesen via gofood kalo beda pulau. Udahlah, apa yang aku harapkan sihhhhh dari suamiku yang tidak romantis. Hfffttttttt. Bhhay!!!
Hari-hari pun berlalu.
Suatu hari aku sangat ingin makan pisang krispi. Setiap kali aku memesan via online, selalu habis atau tak jualan. Alhasil lupalah aku akan keinginan pisang krispi itu. Beberapa hari kemudian, tiba-tiba seorang driver grab datang mengantarkan pesanan, ternyata dari suamiku! Isinya pisang krispi cokelat dan keju! Makanan yang aku nanti-nantikan sejak beberapa hari kemarin. Senangnya hatiku bukan main. Padahal ia tak tahu bahwa aku menginginkan pisang krispi, tapi ia tiba-tiba memesankan makanan itu. Betapa bahagianya aku. Kadang aku merasa miris dengan diri sendiri, betapa aku haus akan hal-hal manis dari pasangan seperti ini walaupun hanya hal-hal sederhana.
Akhirnya, aku merasakan jua keromantisan sederhana namun berkesan itu. Hohohhooo ^^
Keromantisan yang tak akan aku lupa, selamanya.
Mungkinkah keromantisan itu muncul karena aku hamil?
Terserahlah, yang penting aku bahagia ketika ia memperlakukanku dengan sangat special seperti itu. Terima kasih suamiku :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar