Ada namamu disana.
Ingin sekali aku menyapamu, bahkan sekedar untuk menyapa dan menanyakan kabarmu. Apakah kau baik-baik saja disana tanpa diriku. Apakah kau seterluka aku dengan keadaan ini. Apakah kau merindukan aku seperti aku merindukanmu. Ataukah kau mengharapkan kehadiranku seperti aku begitu merasakan keahausan akan kedatanganmu.
Ada namamu disana.
Namun aku tak kuasa untuk memanggilmu. Aku tak mampu lagi. Yang dapat ku lakukan saat ini adalah menangis, di dalam hati. Tidak tidak. Ini bukan lagi menangis dalam hati jika air mataku sudah bercucuran. Ingus ku naik turun.
Tuhan. Tuhan. Tuhan.
Mengapa ada rasa cinta yang besar dalam hatiku jika aku tak kuasa membahagiakan dan dibahagiakan oleh orang yang aku cintai. Mengapa Kau pertemukan bila akan terpisahkan? Tahukan Engkau Tuhan, hatiku begitu sakit. Sudah tiga malam aku menangis dan mataku bengkak. Aku tak bisa tidur, aku merana.
Ada namamu disana.
Namun aku hanya mematung dalam kesendirianku.
Aku hanya mampu mengatakan kepada diriku sendiri bahwa aku sangat merindukanmu. Imajinasiku emmbayangkan senyummu dihadapan wajahku. Hangatnya pelukanmu. Betapa aku sangat bahagia ketika bersamamu. Aku mengutuk diriku sendiri yang sangat menginginkan dirimu.
Ada namamu disana.
Ingin sekali aku menyapamu, bahkan sekedar untuk menyapa dan menanyakan kabarmu. Apakah kau baik-baik saja disana tanpa diriku. Apakah kau seterluka aku dengan keadaan ini. Apakah kau merindukan aku seperti aku merindukanmu. Ataukah kau mengharapkan kehadiranku seperti aku begitu merasakan keahausan akan kedatanganmu.
Ada namamu disana.
Namun aku tak kuasa untuk memanggilmu. Aku tak mampu lagi. Yang dapat ku lakukan saat ini adalah menangis, di dalam hati. Tidak tidak. Ini bukan lagi menangis dalam hati jika air mataku sudah bercucuran. Ingus ku naik turun.
Tuhan. Tuhan. Tuhan.
Mengapa ada rasa cinta yang besar dalam hatiku jika aku tak kuasa membahagiakan dan dibahagiakan oleh orang yang aku cintai. Mengapa Kau pertemukan bila akan terpisahkan? Tahukan Engkau Tuhan, hatiku begitu sakit. Sudah tiga malam aku menangis dan mataku bengkak. Aku tak bisa tidur, aku merana.
Ada namamu disana.
Namun aku hanya mematung dalam kesendirianku.
Aku hanya mampu mengatakan kepada diriku sendiri bahwa aku sangat merindukanmu. Imajinasiku emmbayangkan senyummu dihadapan wajahku. Hangatnya pelukanmu. Betapa aku sangat bahagia ketika bersamamu. Aku mengutuk diriku sendiri yang sangat menginginkan dirimu.
Ada namamu disana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar