Debaran yang membuat aku kikuk
Seharusnya ini terjadi pada masa itu saja
Aku tak ingin terbaca
Ataupun mengartikan sesuatu yang salah
Debaran itu menghukumku
Harusnya aku tidak merasakan apapun
Agar hati tidak tegelitik
Agar jiwa tidak membara
Pada sesuatu yang keliru
Jangan pernah pertemukan aku lagi dengannya
Atau hapuskan saja noda dihatiku, Tuhan!
Ibarat ombak di laut
Tak kuasa aku hentikan
Hati itu rumit
Tetapi lebih rumit untuk mendalami nya
Aku tidak akan mencari tahu
Aku hanya akan diam
Dalam debaranku
Sabtu, 19 November 2016
Debaranku
Sabtu, 03 September 2016
Beda status beda rasanya 😆
Malam ini saya ingin menceritakan gejolak yang berkecamuk di dalam hati. Saya menyebutnya rasa bersalah.
Alkisah malam ini saya pergi bertiga bersama para sohib sejak masa perkuliahan, panggil saja kumbang dan macan. Biasanya si bocah ganteng, Arjuna, akan nempel kemanapun mamanya pegi. Dikarenakan ia tertidur sejak pukul lima sore hingga saat tulisan ini dimuat, maka pegilah kami bertiga ke pesta pernikahan teman semasa kuliah dahulu.
Pulang dari pesta, secara mendadak kami meencabakan untuk nonton di bioskop. Mereka mengantar saya pulang terlebih dahulu dan menunggu saya berganti pakaian (so sweet kan?). Terjyata arjuna belum juga bangun, maka saya izin kepada bapak dan suami (via sms) untuk bermalam minggu bersama mereka.
Sesampainya di bioskop film yg tersedia hanya dua. Dan ternyata bangku penonton pun yang tersisa adalah pada deretan paling depan. Si kumbang menolak untuk menonton dengan alasan kepalanya sakit jika harus duduk di depan. Ia sudah beberapa kali merasakan hal tersebut.
Si macan terlihat datar saja, tapi saya tahu jika ia sangat ingin menonton. Hatisaya bimbang. Membatalkan menonton dan nogkrong bersama bertiga atau mengikuti macan untuk menonton, tetapi artinya kami hanya menonton berdua. Seperti orang berkencan dimalam minggu.
Akhirnya dengan semua jawaban "terserah" dari kumbang dan macan, saya memilih menonton karena memang saya belum pernah menonton di bioskop ini. Saya pikir, kapan lagi kesempatan merasakan jonton disini dengan keadaan punya si ganteng juna yang lagi aktif dan rempong?
Lalu pulanglah si kumbang (walaupun sungguh saya tak enak hati). Dan masuklah saya dan macan ke teater. Sejak duduk hati saya gelisah. Entahlah. Saya merasa ini bukan hal benar.
Malam minggu nonton bioskop berdua bersama lelaki. Walaupun tidak melakukan hal yang tidak pantas, toh dia adalah teman karib, tapi tetap saja status saya adalah istri seorang laki-laki.
Rasanya menonton tadi tidak membuat saya bahagia. Rasanya tidak sebanding, rasa penasaran ini dengan rasa bersalah yang saya dera karena berduaan dengan teman lelaki saya ini. Walaupun tidak ada apa" diantara kami.
Andainya ini dilakukan suami saya, tentu saya sudah marah besar.
Setelah film selesai, saya bergas pulang takut sekali kelihatan orang yang dikenal atau teman dari suami yang mengenal saya. Kan tidak lucu mereka melihat saya hanya berduaan dengan macan. Apa kata dunia?
Akhirnya saya tahu, ketika sudah menikah wanita akan mengalami berbagai macam perubahan yang sangat drastis. Salah satunya dengan keadaan seperti ini. Tidak ada lagi kebebasan untuk berkumpul dengan lawan jenis secara seenaknya seperti dulu. Hilang sudah kemerdekaan untuk menghabiskan wqktu bersama mereka dengan bebas tanpa beban.
Akan terasa canggung jika bersama salah satu dari mereka jika hanya hanya berdua di suatu tempat terbuka. Rasa tidak nyaman itu menyeruak di dalam hati dan pikiran. Pikiran saya hanya berkata " ini tidak pantas. Ini tidak boleh terjadi, seharusnya".
Selama ini Juna adalah penyelamat saya. Bersama juna saya bebas bersama siapapun, baik itu lelaki. Sendiri berdua atau bertiga, asal ada Juna hati ini akan terasa menyenangkan dan bebas. Tanpa rasa bersalah.
Malam ini adalah keputusan yang keliru. Dan saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi. Banyak hal yang tidak sepadan u tuk dikorbankan.
Pernikahan mengubah wanita.
Dan wanita yang sudah menikah harus berubah.
Menjadi lebih baik tentunya.
Minggu, 28 Agustus 2016
Cerita Agustus ku
Ada beberapa keinginan dalam hidup yang nyatanya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Membuat waktu berjalan terasa amat lambat dan sungguh terasa menyesakkan.
Itu adalah saat dimana kamu merasa patah hati.
Aku mengira patah hati hanya untuk mereka yang sedang kasmaran dimasa belia. Ternyata setua ini pun aku masih bisa patah hati.
Malam tadi aku memandang wajah Arjuna dengan mata yang berkaca. Ia tidak terlalu rewel rasanya. Mungkin ia paham bahwa ibunya ini sedang menata hati. Ibunya sedang merasa bersedih. Sudah berapa kali ia menyaksikan ibunya dalam wajah kelelahan ini menangis. Ia akan bersikap seolah mengerti. Diam tanpa melakukan hal hal aneh yang sesekali membuat ibunya dongkol.
Apapun yang terjadi aku sungguh ingin memberikan segala yang terbaik yang aku punya untuk Arjuna. Aku tahu perjuangan itu sungguh sulit, pun disaat aku sedang patah hati ini. Kesepian ini. Sendiri ini. Tapi dihadapannya aku harus kuat. Aku menguatkan hatiku walaupun harus menangis.
Rasanya jika patah hati, obat yang terbaik adalah menangis bukan?
Maka dalam masa ini bukan hal aneh aku menjadi mudah menangis. Memikirkan musabab aku patah hati saja membuat aku menangis. Menulis untuk menenangkan hati saja membuat menangis. Si cengeng ini sepertinya kehabisan kata kata dan selalu ingin menangis.
Aku mempertanyakan pada diriku. Apa alasan aku patah hati?
Kenapa aku patah hati?
Patah hati dialami saat kita sedang jatih cinta. Yup, aku sedang keadaan jatuh cinta. Lalu saat kita sedang penuh rasa cinta itu, hati ini disakiti. Itulah patah hati. Disakiti teramat sangat, itulah patah hati. Aku tidak mengkategorikannya sakit hati. Karena sakit masih membuat hati ini berbentuk. Tapi patah? Aku tahu walaupun sesuatu yg patah itu diusahakan untuk disambunv agar seperti awal, itu tak akan pernah bisa menjadi sama.
Itulah patah hati.
Saat hatimu seperti bukan hatimu lagi. Aaat hatimu terlalu mencintai dan terluka, teramat dalam. Itulah patah hati. Saat memikirkannya saja kamu menangis,itulah patah hati. Saat berharap semua tak pernah ada. Itulah patah hati. Patah hati hanya terjadi pada rasa cinta yang besar.
Banyak hal yang membuat aku patah hati.
Kondisi seperti ini sungguh sulit untukku. Tapi aku belajar untuk tetap tersenyum, walau mata ini ingin sekali menangis. Apapun akan membuatku menangis. Ah... ini yang aku benci dalam parade patah hati dihidupku, aku mudah menangis! Cengeng!
Aku akan menjawab kenapa aku patah hati.
Penyebab patah hatiku adalah tidak adanya rasa saling pengertian.
Mungkin saja aku tidak bisa memahami orglain. Bukannya aku tdk bisa, aku tidak mau memahami orglain yang tidak memahamiku. Yah, aku terdengar sedikit pendendam.
Aku tidak mau menahami dan mengerti apapun atas orang yang tidak pernah berusaha memahami hatiku. Orang yang selalu menganggap hal penting untukku adalah todak penting untuknya. Orang yang bersikap tidak adil padaku. Oramg yang menganggap semua tindakanku tidak benar. Orang yg tidak mau menerima bahwa ia salah, ia keliru dan ia seharusnya meminta maaf. Bukan menyalahkanku. Orang itu menyakitiku.
Aku memahami situasinya, dalam keadaan lain aku samgat mempercayainya. Sungguh, aku sangat mempercayainya. Tetapi aku tidak bisa memahaminya. Mengerti keinginannya. Begitupun sebaliknya. Lantas yang eterjadi hanya segumpalang keangkuhan dan kesombongan masing-masing saja.
Aku mundur. Aku berlari. Aku memaki sampai aku puas.
Apa aku menyesal?
Yah, aku menyesal. Menyesal melakukan semuanya. Mungkin seharusnya aku biarkan saja semuanya seolah tak terjadi agar tak ada amarah diantara kami. Mungkin sebaiknya aku diam saja dan bercerita yang indah-indah saja kepadanya dan kepada semua orang. Walaupun hatiku sakit. Walaupun hatiku remuk. Tetapi itu bukan aku.
Biarlah... biarkan waktu yang menjawab semua patah hatiku. Apapun itu, aku akan selalu mendoakan ia dalam keadaan terbaiknya.
Dan biarlah waktu yang menyembuhkan hatiku. Aku tahu aku bisa. Walaupun harus sendiri.
Bahkan jika kehidupanku harus kehilangan dia, aku pasti akan menangis. Tapi aku akan tetap kuat untuk Arjuna. Mungkin sepanjang hidupku aku akan menyesali karena memberikan cacat dalam hidup Arjuna. Tapi aku akan berusaha menebusnya seumur hidupku.
Aku tidak lagi mengharapkan yang terbaik untuk hidupku. Aku hanya mengusahakan untuk Arjuna.
Belajar melupakanmu
Mungkin belajar melupakanmu adalah hal terbaik.
Belajar melupakan bahwa aku selalu memikirkanmu
Melupakan bahwa aku selalu merindukanmu
Belajar bahwa aku sangat membutuhkanmu
Terkadang ketika qt terlalu mencintai maka yang didapat adalah derita
Apa kuasaku terhadap hati?
Ingin sekali aku mengatakan bahwa banyak hal yang membuatku tidak merelakanmu
Bahkan jika bisa ku katakan aku tidak ingin melihatmu disentuh siapapun
Tapi apa dayaku?
Ketika hal penting untukku terabaikan olehmu
Apa dayaku?
Ketika hal itu membuatku menangis
Dan semua itu hanya seperti debu yang ada di didinding kau acuhkan
Aku bisa apa?
Marah pun hanya membuat salah paham
Bertindak hanya membuatmu kecewa
Diam saja?
Pilihat terbaik itu hanya akan membuatku menangis sendiri
Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan agar banyak hal untuk kau mengerti
Atau aku hanya tidak harus melakukan apa apa
Aku diam saja
Aku abaikan saja
Aku biarkan keinginanmu seperti apa
Aku biarkan perbuatanmu seperti apa
Entahlah...
Jumat, 05 Agustus 2016
Badanku dulu tak begini
"Lebarnyoooo badan cak jalan rayo"
Logat palembang yang kental itu akan terlontar dari suami kalau sedang iseng. Hanya akan aku balas dengan senyuman manis aja sambil nyuci piring atau nyapu rumah. Cuma, kalo lagi bete abis biasanya aku jawab aja : "ya gara gara papa lah jadi gendut gini"
Setelah melahirkan si ganteng arjuna memang berat badanku naik drastis. Kalo pas belum menikah alias ting ting berat badan berkisar di 60 - 63. Kadang kadang sih 65... tapi kalo udah segitu boro-boro diet sih. Untuk ukirang tinggi 163 cm yaaaa lumayan enak dilihat lah walaupun ga langsing" amat. Tapi kalo pake baju apa aja masih cocok.
Sewaku hamil berat badanku mencapai 89kg saat mau melahirkan. Bayangin aja segeda apa itu badan. Hehehehhe.
Dan sekarang setelah arjuna menginjak usia dua tahun berat badan si mama Juna ini stuck dengan rekor tertinggi 77 kg! Oh my god!!!
Wajar aja sihhh kalo si papa Juna sering protes. Hehehehe. Istrinya yang dulu mi tok sekarang berubah jadi bongsor.
"Biar gendut tapi cantik"
Kata papa Juna sih sejak nikah sama beliau, aku jadi tambah cantik (banggaaaà kalo dipuji suami) secara sekarang udah mendingan bisa bedak bedak dikit demi menutupi bibir pucat. Hanya aja.... dalam hati rindundengan berat badan yang dulu.
Mau diet, apa daya kapasitas lambung kayanya makin gede aja. Makan makin banyak aja. Padahal udah gak menyusui. Hehehehe
Mau olahraga, boro boro! Capeknya luar biasa abis kerja.
Minum pelangsing dan resep apalah apalah kayanya ga mempan lagi alias bb gak turun turun.
Jadi, sampaibsejauh ini mimpi untuk kurus lagi adalah angan angan semata..
Hiks hiks...
Susahnya dengan BB segini rasanya muka jati tambah tua deh! (Emang dasarnya muka tua kali ya, tambah gendut tambah keliatan lebih tua aja. Ahahahaaa)
Trus harus pinter pinter cari model baju. Takud keliatan makin gndut. Perut meleber kemana mana... ohhhhh no.
Hmmmm.... sekian curhat saya tentang berat badan yang membandel ga kunjung turun.
Kamis, 04 Agustus 2016
Hidupku terasa sulit
Ini adalah titik terendah dalam kehidupanku.
Ketika aku merasa tidak pernah sekosong isi. Tidak pernah merasa se sulit ini. Dan tidak pernah merasa begitu semenderita ini.
Apakah aku kufur nikmat?
Saat ini aku merasa di ambang batas kemampuanku untuk bisa menyelesaikan semua masalah finansial yang ada dihadapanku.
Suami yang bersekolah, kebutuhan anak yang meningkat, keinginan untuk memiliki sesuatu yang semakin menjadi jadi, serta usaha yang sedang merosot membuat pergejolakan di hatiku. Ditambah dengan isu PHK yang menghantuiku.
Apa yang harus aku lakukan?
Allah, apa yang harus aku lakukan?
Aku merasa semua jalan hampir tertutup.
Bagaimana bila aku di PHK? Hutang ku bagaimana? Apakah masihvada perusahan uang akan menerimaku?
Aku tidak berkeberatan menjadi ibu rumah tangga. Tapi bagiamana dengan hutang" ku?
Malam hari aku berjualan. Badanku lelah. Anak ku terabaikan. Tidak ada lagibadegan memasak utk si kecil. Tidak ada lagi adegan bersenda gurau
Atoknya kelelahan.
Neneknya kelelahan.
Semua terasa sia sia saja.
Allah, apakah kau sedang mengujiku?
Aku merasa hampa.
Akuemrasa takut.
Suasana kerja yang tidak lagi mendukung dan kondusif. Semua terasa memuakkan. Semua terasa meletihkan....
Aku merasa kelelahan sekali. Aku merasa ingin menangis....
Hidup ini terasa sungguh sulit.
Rabu, 13 Juli 2016
Perjalanan kriteria
Paradigma seseoramg akan berubah seiring dengan perjalanan waktu dan kehidupannya. Terkadang, harapan-harapan dan keinginan pun turut berubah sesuai dengan ala yang telah dialami.
Seperti karakter dan kriteria pasangan pun akan mengalami pergeseran pula. Hal ini tentu saja akan dialami setiap orang, walaupun beberapa orang tidak mengalaminya.
Dulu, lelaki idaman saya adalah lelaki 6ang tampan dan atletis (semua wanita mendambakan pria seperti ini). Kecerdasan dan juga keramahan menjadi alasan kenapa pria populer sangat dikagumi. Saya adalah salah satu korban dari pria populer pada masa pubertas. Layaknya film perasaan kagum itu dianggap seperti cinta sejati. But, everything is serious for tenegeers.
Lalu keinginan mendambakan lelaki populer berangsur berkurang setelah menapaki masa perkuliahan. Lelaki pintar adalah lelaki yang berkharisma. Lelaki pintar memiliki daya tarik tersendiri. Abaikan lelaki tampan tapi bodoh (walaupun pada masa kuliah saya jatuh cinta dengan lelaki yang tidak terlalu cerdas) karena lelaki yang pintar pada masa perkuliahan saya, dikaruniai wajah yang rrelatif menarik sehingga mereka memiliki keleluasan untuk mendapatkan wanita cantik. Masa perkuliahan sedikit menggeser pola pikir saya. Lelaki populer vs lelaki cerdas.
Dan kembali waktu berlalu dengan cepatnya. Kriteria lelaki yang saya dambakan menjadi berubah pula. Ketika sudah duduk dibangku perkantoran keingginan atas lelaki berubah menjadi keinginan untuk memiliki lelaki yang mapan. Rasanya, wajah yang tidak terlalu tampan asal mapan adalah jawaban yang tepat atas kegalauan. Pada masa ini, diusia sudah hampir menapaki seperempat abad, keinginan hati tidak hanya lagi utnuk bersenang senang. Tetapi untuk membina rumah tangga.
Apalah arti populer tetapi ia belum bekerja.
Apalah arti tampan tapi ia belum mapan.
Dan apalah arti cerdas jika ia kasih pemgangguran.
Lelaki mapan adalah idaman.
Mapan bukan berarti ia adalah pegawai, bekerja di kantoran ataupun punya seragam. Dalam hemat saya, mapan adalah ketika lelaki itu telah mampu menghasilkan sejumlah uang secara kontinyu dengan bekerja. Apapun pekerjaannya. Dikategorikan pria tersebut telah mampu untuk memenuhi setidaknya kebutuhan minimal pasanganya.
Setelah apa yang saya alami pada titik ini, wajar saja jika banyak "kata orang" tentang ga apa apa jelek asal kaya, atau kemapanan mengalahlan ketampanan. Percuma yampan ga kerja, ganteng bisa ilang, menurit saya adalah kata kata yang tepat untuk wanita diusia seperempat abad. Jangan berbicara hal iyu pada gadis yang baru puber, akan disebutnya kita matre tingkat dewa! (Jadi inget dulu pernah menyebut ibu matre karena memarahi anaknya yang pacaran dengan pria tampan tapi beluk bekerja saat baru tamat sma).
Kriteria oh kriteria
Namun, bagi saya. Setelah menikah yang dibutuhlan wanita adalah lelaki yang memberi kenyamanan. Rasa nyaman adalah hal yang mahal untuk dimiliki wanita menikah.
Rasa nyaman menghadirkan banyak impact pada pernikahan. Rasa nyaman menghadirkan kepercayaan, cinta, ketenangan dan juga semangat.
Sejah ini, itulah yang diberikan oleh lelakiku. Ia memberikan rasa nyaman yang membuat aku mempercayainya. Mempercayai bahwa ia tidak akan meninggalkan kami. Mempercayai bahwa ia akan selalu bertanggung jawab pada kami. Mempercayai bahwa ia akan selalu ada dan setia kepada kami.
Rasa nyaman itu membuat kita akan selalu berusaha menjadi yang terbaik, bukan untuk pasangan, sejatinya kita memberikan yang terbaik karena kita takut kehilangan rasa nyaman itu sendiri.
Pada akhirnya, terkadang jodoh yang diberikan tidak pernah sesuai dengan kriteria kita. Karena TUhan memberikan jodoh seperti yang kita butuhkan. Bukan yang kita inginkan. Trust me, it works! :p
Senin, 04 April 2016
Maafkan Mama, Arjuna.
Rabu, 02 Desember 2015
Puisi Seorang Mama
perjalanan yang mendidikku
Ku labuhkan padamu
Cintaku tak pernah akn usai
Ada ataupun tiadanya raga
Berlarilah, kebanggaanku
Berlalirah mengejar cita-citaku
Yang aku harapkan akan menjadi cita-citamu
Bila pun tak searah
Aku percaya kau akan bahagia
"Karna doaku hanya satu
Jadikan anak-anakku sebagai ahli duniaMu, dan ahli syurgaMu"
Nikmat Yang Menguji
Tidak bisa aku tampik bahwa kehidupanku yang sekarang sangat patut aku syukuri dengan sebanyak-banyaknya. Berkali-kali aku mengatakan betapa aku sangat berterima kasih kepadaNya yang telah menganugerahiku keluarga yang penuh kasih sayang, suami yang begitu bertanggung jawab dan penuh perhatian kepadaku, mertua yang sangat baik, tidak pernah pilih kasih dan juga sangat mencintai cucunya, serta ipar-ipar yang sangat menyayangi kami sekeluarga. Kebahagiaan itupun dilengkapi dengan kehadiran buah hati kami yang sangat tampan tanpa harus menunggu terlalu lama.
Sabtu, 26 September 2015
kisah sang Ibu
Aku Bumi
Aku bumi Kau bintang Saling memandangi Namun tak akan serupa Tak pernah bersua - 7 Januari 2021 -
-
Adell dan Lais (Part I) Adell mematut wajah dan tubuhku didepan cermin lama sekali. merasa semua yang di kenakannya pagi ini semu...
-
ku lepas semua yang ku inginkan tak kan ku ulangi maafkan jika kau ku sayangi dan bila ku menanti pernahkan engkau coba mengerti lihat...
