Kamis, 11 Juni 2020

Covid-19 membunuh kesempatan kami untuk memadu kebersamaan.

Covid-19 membunuh kesempatan kami untuk memadu kebersamaan. 

Dalam pernikahan jarak jauh, pertemuan adalah suatu berkah yang dinanti. Bertemu secara langsung dengan sang kekasih dan pemilik hati adalah kebahagian yang tidak bisa digantikan dengan apapun. Walaupun komunikasi secara virtual telah dilakukan setiap hari, yang katanya akan menghapus rindu, tak akan pernah bisa setara dengan pertemuan itu sendiri. 

Long Distance Merried (LDM) yang telah kami jalani beberapa tahun ini mencapai puncak kesepiannya ketika pandemi covid-19 ini terjadi. Berbagai kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan ini berimplikasi pada kemustahilan kami untuk bersua sementara waktu, hingga waktu itu sendiri yang mengizinkan raga kami bersua.

Covid-19 membunuh kesempatan kami untuk memadu kebersamaan. 

Apakah saya membenci takdir Tuhan ini? 
Jawabannya adalah iya. Saya membencinya, namun kebencian ini tidak serta meluluhlantakkan keimanan. Alih-alih membenci terlalu dalam dan lama, saya memilih untuk terus mencari hikmah dan hal-hal positif apa yang dapat saya ambil dari semua keadaan ini. 

Saya yang awalnya kerap menangis karena kesal dan benci, mencoba berdamai dengan keadaan. Melihat sesuatu dengan perspektif berbeda terkadang membuat hati ini lebih lega.

Salah satu kebijakan yang menguntungkan saya adalah Work From Home. Hal positif pertama yang akan menjadi checklist teratas untuk saya. Selama WFH saya mendap kesempatan untuk bersama dengan buah hati secara fulltime. Saya dapat mendampinginya dalam mengerrjakan PR, membantunya untuk membaca dan belajar serta melakukan banyak hal bersama-sama. Saya menikmati keadaan dimana saya bisa mengurus anak saya namun tetap mendapatkan salary. Beberapa orang mengatakan "saya makan gaji buta". Walaupun pernyataan itu tetap menyakiti hati saya, namun saya lebih memilih untuk tidak terlalu mengambil pusing atas semuanya. Untuk beberapa sekolah KBM selama WFH memang tidak terlalu efektif untuk diterapkan. 

Covid-19 membunuh kesempatan kami untuk memadu kebersamaan. 

Saya kerap merasa iri ketika melihat pasutri lainnya merasa beruntung selama WFH karen adapat berkumpul bersama keluarga secara lengkap selama masa karantina. Bahkan tidak sedikit yang mendapatkan rezeki menambah momongan. Tapi lagi-lagi saya mengenyamping perasaan iri tersebut. Saya mengatakan pada diri saya :
"Kamu memiliki semua kebaikan pernikahan yang mungkin diidam-idamkan oranglain. Bukankah sepatutnya kamu bersabar atas satu saja kekurangan itu? Bersabarlah. Allah tidak akan menguji hambaNya jika hambaNya tidak sanggup menanggung itu! Berarti Allah percaya bahwa kamu mampu untuk berjarak dengan kekasih hatimu. Sabarlah, ini hanya sementara. Mungkin Allah mengajarimu untuk sadar betapa berharga seorang pria yang kamu panggil 'suami' itu, sehingga kelak jika kalian bersama kamu dapat menghargai keberadaannya dan memperlakukannya dengan sungguh-sungguh. Semakin kamu memahami nilai seseorang ataupun sebuah hubungan, kamu akan semakin menjaga dan menghargainya. Allah ingin mempersiapkan hati dan pikiranmu, karena Allah ingin menjaga pernikahanmu. Allah sedang memberimu kesempatan untuk belajar. Bersabarlah, Allah tidak akan tega memisahkan dua hati yang saling mencinta terlalu lama. Bersabarlah, sebentar lagi Allah akan menyatukan kalian berdua dalam satu atap bersama dimana si istri akan melayani dan mencintai sang suami dengan sepenuh hati sedangkan sang suami akan mencari nafkah dan membimbing keluarganya dengan sukacita. Bersabarlah! Tak akan lama lagi kesempurnaan itu kau raih! Bersabarlah!"

Covid-19 membunuh kesempatan kami untuk memadu kebersamaan. 

Namun hati ini akan selalu belajar bersabar.
Karena Allah akan segera memberi kabar gembiira.
Semoga tabungan rindu ini akan Allah ganti dengan banyak sekali kebaika dalam rumah tangga ini.

Covid-19 membunuh kesempatan kami untuk memadu kebersamaan.
Namun tidak perasaan cinta dan keyakinan kami.


Bersabarlah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aku Bumi

 Aku bumi Kau bintang  Saling memandangi Namun tak akan serupa Tak pernah bersua - 7 Januari 2021 -