Luluh lantaklah kesombongan matahari saat kau mengguyur tanahku
Meluapkan rasa sederhana
Seperti titik titik yang dapat ku rangkai
Mengembalikan memori indah, pilu atau terbengkalai
Aku duduk menemani bayangku
Yang juga membayangkan seperti apa masa depan
Seperti apa keterpurukan bila tanpa senyuman
Mungkin mati.
Tak ada harapan
Tapi kerinduanlah yang membangkitkan
Terlanjurlah aku tersungkur dalam rayuan
Bila aku bangkit, pedih terasa
Namun jika aku tak bergerak
Yang ku dapati hanyalah kotornya debu di dlm hatiku
Sori itu gerimis..
Begitu merindui
Begitu ku rindui
Tidak ada komentar:
Posting Komentar